Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Merasa Pintar, Bodoh Saja tak Punya. Kisah Sufi dari Madura : Resensi Buku karya Almarhum Rusydi Mathari

Cover Buku : Merasa Pintar, Bodoh Saja tak punya karya Rusydi Mathari
Cover Buku : Merasa Pintar, Bodoh Saja tak punya karya Rusdi Mathari


Judul dari buku ini memang memberikan kesan baik dimata saya. Judul Buku " Merasa Pintar, Bodoh Saja Tak Punya, Kisah Sufi dari Madura" yang saya liat di akun penjualan buku membuat saya penasaran isi dari buku tersebut dan kemudian membelinya. Menurut saya judul buku sangat penting dalam pemasaran meski tidak subtansi, namun dengan redaksi judul yang cukup menggoda itu calon pembaca akan sedikit terhipnotis dan segera melahapnya.

Buku tersebut ditulis oleh Almarhum Rusdi Mathari, beliau merupakan wartawan semasa hidupnya. Meski demikian karya buku beliau masih dibaca hari ini. Semoga amal jariyah yang dituangkan melalui karya buku mampu menjadi Syafaat bagi almarhum. Amin 

Secara garis besar buku ini merupakan buku yang berisi cerita pendek / cerpen yang memberikan nilai pesan agama tersendiri dalam setiap judulnya. Bagi seseorang yang sering membaca buku Emha Ainun Najib pasti tau bahwa alur dan cerita yang dituangkan memiliki kesamaan dengan tokoh yang berbeda. Jika dalam buku Emha Ainun Najib menampilkan sosok Markesot sebagai tokoh utama, dibuku ini Cak Dlahom menjadi peran utama dalam mengisi setiap plot ceritanya.

Mulanya karya buku Rusydi Mathari merupakan cerpen yang ditulis di media mojok.co Karena tulisan tersebut meninggalkan kesan baik bagi pembaca media mojok.co maka tulisan tersebut dikumpulkan menjadi sebuah alur buku yang mulanya diawali dengan tulisan sepesial serial Ramadan tahun 2015 hingga 2016

Isi buku tersebut mengisahkan tentang seorang Sufi asal Madura bernama Cak Dlahom, Ia digambarkan dalam buku tersebut sebagai sosok wali yang tidak menampilkan dirinya sebagai wali Allah. Dalam setiap judulnya Cak Dlahom dianggap stres oleh penduduk kampungnya, karena tingkah laku dan keseharianya tidak mencerminkan orang normal. Namun dibalik ketidak normalan hidupnya ia memberikan pesan agama dan hakikat kehidupan. Dibalik tindakan nya yang dianggap aneh ia memberikan peringatan sekaligus hikmah yang dapat diserap oleh pembaca. Alur cerita dalam buku diperkaya juga dengan tokoh pendukung seperti Mat Peti dan Romlah yang memberikan kesan kuat atas alur cerita yang mengalir. 


Pesan -pesan agama yang ditampilkan dalam buku ini merupakan perkara hakikat dalam memhami agama. Seperti plot yang paling saya suka adalah "Bersedekah Pada Nyamuk" menceritakan tentang Cak Dlahom yang bersedekah untuk nyamuk-nyamuk yang rela menggigitnya. Rupanya Cak Dlahom memberikan sedekah pada tubuhnya merupakan kerelaan hati kepada mahluk kecil yang berhak mendapatkan rizki darinya. Bahwa binatang kecil berupa nyamuk punya hak atas izin Allah untuk mendapatkan rizki dari darah manusia. Meski dibalik itu Cak Dlahom dianggap gila karena Cak Dlahom membiarkan dirinya telanjang bulat saat nyamuk-nyamuk menggigitnya. Tentunya banyak alur cerita demikian, dibalik ketidak normalan cara hidupnya. Ia seolah memberikan pesan kepada manusia normal tentang hakikat dan nilai dalam agama Islam.

Penulis dalam buku ini terinspirasi dari cerita-cerita yang disampaikan oleh Syeikh Maulana Hizboel Wathany Ibrahim, Emha Ainun Najib, Jalaluddin Rumi hingga Rabiatul adawiyah dengan gaya dan alur yang berbeda. Meskipun demikian, Penulis mencatumkan inspirasi setiap plot kisah yang ia tulis diakhir kalimat per judulnya.

Penulis Rusydi Mathari telah berhasil memberikan pesan pembaca untuk melihat hikmah dibalik kehidupan Cak Dlahom. Jika apa yang terlihat dipelupuk mata tidak selemanya mencerminkan hal yang terlihat sesungguhnya. Seperti halnya Cak Dlahom yang dikisahkan dalam buku ini. Pembaca juga akan dibawa pada pemahaman agama marifat yang berpusat pada hakikat dari inti memahami agama sesungguhnya.


M Adam Mubarok, S.H
M Adam Mubarok, S.H Mencari sesuatu dan berfikir adalah hidup saya dan tugas Manusia. saya selalu merenung tentang peristiwa dan belajar mengenal diri itu yang lebih penting

26 komentar untuk "Merasa Pintar, Bodoh Saja tak Punya. Kisah Sufi dari Madura : Resensi Buku karya Almarhum Rusydi Mathari"

  1. Sepintar-pintarnya seorang manusia, pasti ada kebodohan yang dilakukan semasa hidupnya, karena hakikat manusia itu tidak sempurna. Agama pun mengajarkan untuk menjadi sesuatu yang lebih baik.

    BalasHapus
  2. Penulisnya pinter milih judulnya. Sangat menarik untuk dibaca kelanjutannya.

    BalasHapus
  3. Wah dulu saya punya nih buku seperti ini isinya bagus namun sekarang buku itu sudah hilang,saya sudah bertanya ke beberapa toko buku dan mereka bilang tidak ada

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah gan. Klo mau belik bisa tuh market palce shopie atau penjualan buku online lain. Masih banyak

      Hapus
  4. menjadi seorang sufi adalah tahapan keilmuan yang tinggi untuk bisa diraih

    BalasHapus
  5. Ini bahasan dalam bukunya sangat berbobot.. Membuat kita harus berpikir lagi tentang keilmuan.. Pesan yang terkandung pun memiliki arti yang dalam

    BalasHapus
  6. Mksh mas atas review bukunya, kayaknya bisa jadi buku yang harus dimiliki.

    LITERACY MILITER

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama sama mas. Nutrisi buat otak dan spritual

      Hapus
  7. Saya baru tahu kalau buku ini berawal dari tulisan di mojok.co
    Saya sempat tertarik membacanya dan memang isinya bergaya topik klasik. Nice share mas, ini salah satu buku favorit saya

    BalasHapus
  8. Baru lihat judul buku nya sudah membuat tertarik, dan berpikir apa maksudnya... sepertinya bagus isi buku tersebut

    BalasHapus
  9. Reveiew yang sangat bagus gan. Isinya berbobot sekali apalagi ada referensi dari emha ainun najib. Memang seorang sufi tidak sama perlikau dengan kita maka dari itu hendaklah kita jangan menilai orang dari penampilannya

    BalasHapus
  10. Jujur belum pernah baca buku ini. Jadi tertarik dan pengen lebih rinci untuk membaca dan tahu isisnya. Sekilas buku ini mengingatkan saya pada karya-karya Cak Nun.

    BalasHapus
  11. Jarang banget blog bahas sufi macam ini,
    Kabanyakan bahas nice viral.

    Tio-iotomagz

    BalasHapus
  12. Mas Adam, bukunya bisa didapat di mana ya?

    Kayanya seru isi bukunya setelah aku baca review di atas*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya beli Toga Mas Jogja. Sepertinya banyak di penjualan Online mas

      Hapus
  13. Mas Dlahom seperti ini banyak banyak ditemukan di masyrakat. Namun banyak yg nggak sadar. Di buku ini juga banyak ilmu lain yng dapat dipelajari. Mksh om artikelnya

    Nurul " ISLAMIDINA.ID "

    BalasHapus
  14. Menarik, resensi buku mengenai seorang sufi. Dari karya Rusyidi . Boleh liat kak cover buku nya bagaimana,. Berminat membelinya

    BalasHapus
  15. kayaknya buku itu bisa untuk motivasi buatku deh min :) btw sukses terus min :)

    BalasHapus
  16. Membaca resensinya saja sudah menarik, apakah bukunya sudah ada di gramed gan?

    BalasHapus
  17. Sekilas, covernya kurang menarik. Tapi setelah membaca review dari mas, saya berminat membelinya. Good review mas 👍👍

    BalasHapus
  18. review yang menakjubkan sekali jadi tertarik untuk beli

    BalasHapus