Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Siapa Sosok Dr. Fahruddin Faiz?

Profil / foto gambar Dr. Fahruddin Faiz
Sumber Foto : Facebook


Jika pernah mendengar channel youtube MJS channel, saya pastikan kalian mengenal sosok Dr. H. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.ag. Beliau dikenal sebagai tausyiah/pengisi materi, lebih tepatnya sering mengisi kegiatan dengan memberikan materi mingguan di Masjid Jendral Soedirman, Yogyakarta. Materi yang disampaikan seputar tokoh Islam hingga tokoh Barat dari mulai mengambil teori pemikiran tokoh, Tasawwuf, agama, Pendidikan, hingga ekonomi dengan  menarik  nilai pemikiran dalam kerangka filsafat.

Nama : Dr. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag
Lahir : Mojokerto, 16 Agustus 1975

Sekolah :
Alumnus MAPK Jember 1993
Alumni Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak, Yogyakarta
S-1 IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 1998
S-2 UIN Sunan Kalijaga 2001
S-3 UIN Sunan Kalijaga.

Kegiatan sekarang:
Sebagai Dosen Aqidah Filsafat Islam di UIN Sunan Kalijaga

Sebagai Dosen tamu di Universitas Sahid Jakarta 2016 hingga sekarang

Pembicara kajian Filsafat di Masjid Jendral Soedirman Yogyajakarta 2013 hingga sekarang
Motto: Setiap tempat adalah sekolah, setiap orang adalah guru, dan setiap waktu adalah belajar.


Bagi seseorang yang mendengar kata "Filsafat" cenderung menghasilkan subjektifitas pemahaman yang rumit, njelimet dan melangit. Namun bagi seorang yang telah mengikuti kajian Filsafat Fahruddin Faiz akan memahaminya dengan mudah. Karena penyampaian karakter suara yang lembut dan etika keilmuannya ini, penjelasan Fahruddin Faiz mampu diserap dengan baik. Ini lah kecerdasan sosok beliau. Saya mengatakan bahwa Dr. Fahruddin Faiz telah menyampaikan bahasa langit yang membumi.

Sosok Dr. Fahrudin Faiz memang merupakan pakar dalam Filsafat Islam. Ia menempuh pendidikan S1,S2 sampai S3 di Universitas Islam Negri, Yogyakarta (UIN Sunan Kalijaga) dan aktif sebagai dosen Filsafat di kampus tersebut. Salah satu mata kuliah yang diajarinya ialah " Filsafat Islam Tematik II: Alam/Komopologi, Logika, Hermeunetika al-Qur'an dan Hadis, hingga Logika" di Fakultas Ussuluddin. Selain sebagai dosen, beliau juga aktif menulis dan buku yang terkenal berjudul "Filosof juga Manusia" dan buku Isyraqi: Epistimologi Tasawwuf Tradisi Filsafat Persia dalam Studi Tasawwuf". Dan masih banyak lagi karya tulis Ilmiah yang telah dipublikasikan dalam jurnal-jurnal Ilmiah.

Beliau cukup terkenal dikalangan mahasiswa Yogyakarta, khususnya kalangan mahasiswa yang mengikuti kajian rutin filsafat pada setiap Rabu malam Kamis di Masjid Jendral Soedirman semenjak 2013 hingga sekarang. Pemikiran dan kajian yang disampaikan dengan baik ini, membuat antusiasme pendatang memenuhi masjid dengan peserta umum dan banyak juga daru luar Jogja. Padahal, jika kita mendengar istilah yang disajikan di Masjid ini merupakan hal yang rumit, dan jarang sekali masjid-masjid lain mengangkat tema Filsafat. 

Nama Fahruddin Faiz sudah mulai terkenal dan sering mengisi seminar,dan menjadi pembicara. Nama beliau juga diangkat berkat konten youtube dan cuplikan video pendek yang banyak diunggah di kanal media sosial seperti instagram. Kata-perkata yang disampaikan dengan santun dan lembut ini, beliau seolah mengajak para audien untuk berfikir kritis dan berfikir secara benar tanpa menghakimi orang laim. 

Fahruddin Faiz dimata Saya
Ditengah plularitas fenomena pendakwah  dadakan di media social. Fahruddin Faiz hadir sebagai sosok disipliner yang menyadari disiplin ilmu filsafat. Beliau selalu mengatakan, jika Ia hanya mengerti seputar filsafat. Dan  tidak menyadari otoritas keilmuan lain. Namun, filsafat merupakan ibu kandung dari ilmu yang nempunyai kerangka disiplinya sendiri yang mampu menjangkau disiplin Ilmu lainya. Sehingga wawasan beliau mampu memegang disiplin ilmu lain, seperti pendidikan, ekonomi, politik hingga ideologi. Saya mengenal sosok beliau sebagai pendakwah dari pada pakar Filsafat. Anggapan ini saya rasa dapat dipertanggung jawabkan. Karena dalam perkataan dan penyampaian materi selalu memberi nilai dan pesan. Dari pada sekelumit narasi kerangka Filsafat.

filsafat merupakan ibu kandung dari ilmu yang nempunyai kerangka disiplinya sendiri yang mampu menjangkau disiplin Ilmu lainya.

M Adam Mubarok, S.H
M Adam Mubarok, S.H Mencari sesuatu dan berfikir adalah hidup saya dan tugas Manusia. saya selalu merenung tentang peristiwa dan belajar mengenal diri itu yang lebih penting

10 komentar untuk "Siapa Sosok Dr. Fahruddin Faiz?"

  1. Makasih infonya ka

    BalasHapus
  2. Menurut mas adam kekurangan dari dr fahruddin faiz apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belum tau mas. Blm liat celah kekurangan beliau. Klo kekurangan pasti ada. Dan kita ndak berhak untuk menilai kekurangan orang lain. Hehe

      Hapus
  3. Assalamualaikum wr.wb...
    Jujur saya akui...baru kali ini saya menemukan seseorang ilmuan islam yang masih tergolong muda...walau lewat dunia media internet...

    Seseorang sosok ilmuan yang dalam ilmunya...santun retorikanya...makasih prof...makasih mas adam ...

    BalasHapus
  4. Entah ada malaikat apa yang masuk kedalam darahnya DR FAHRUDIN FAIZ, setiap kata perkata, seperti ada angin yang menusuk hati yang membara, sehingga hati seperti berada di kutub, adem, dingin, sunyi, sepi, natural, hati merasa luas, merasa lapang dan merasa tidak butuh apa2 lagi, kecuali kebersamaan dengan tuhan

    BalasHapus
  5. assalamu'alaikum mas...saya penggemar berat bp fahrudin faiz, sebagai sosok ilmuwan dan pengajar dia sgt publik figur sekali. tp sbg seorang ayah dan suami, sosok beliau spt apa yaa??

    BalasHapus
  6. Saya orang yang sangat mengidolakan PK Fahrudin Faiz..
    Beliau guru semua umat bukan golongan..saya pengin banget ketemu beliau..paling tidak ya kontak person nya..saya ingin sekali di akui sebagai santrinya..

    BalasHapus
  7. Saya juga mau nomor kontak beliau

    BalasHapus
  8. Pertama kali menyimak kajian beliau sekitar 1 tahun yang lalu. Kajian pertama yang saya simak adalah kajian tentang Thales. Beliau menjelaskan gagasan Thales dengan bahasa yang membumi dan tidak "ndakik-ndakik" sehingga mudah dipahami oleh orang awam.

    BalasHapus
  9. Rumah beliau dimana mas

    BalasHapus